Rays Wheels

memuat …

JAKARTA – Produsen ponsel cerdas dunia bersaing untuk memproduksi ponsel dengan banyak sekali fitur, RAM yang melimpah, dan menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) terbaru. Pertanyaannya adalah, ponsel mana yang benar-benar cocok dan benar-benar Anda butuhkan?

Mengenai apa itu smartphone yang ideal, Muhammad Ilham Pratama, Public Relation Manager Advan memberikan resep yang mungkin digunakan sebagai pertimbangan untuk memilih perangkat.

"Kebutuhan masing-masing individu akan beragam dalam penggunaan perangkat bergerak, baik smartphone maupun tablet. Mulai dari lansekap, spesifikasi, fitur, kinerja dan hal-hal lain," kata Ilham kepada SINDOnews, Senin (19/11/2018).

Lebih lanjut dikatakan, belakangan sejumlah vendor menghadirkan beragam produk yang diklaim sesuai kebutuhan konsumen. Mulai dari ukuran layar 4 inci hingga 7 inci. Begitu juga dengan RAM, dari 1 GB hingga 6 GB dengan pilihan ROM (ruang penyimpanan internal) 8 GB hingga lebih dari 128 GB.

"Ini harus disesuaikan dengan kebutuhan dan penggunaan. Jika menggunakan standar, cukup produk dengan spesifikasi standar juga. Tetapi jika digunakan untuk lebih besar, itu harus dengan RAM dan ROM yang besar," saran Ilham.

Di luar spesifikasi itu, ponsel yang dipilih juga diperlukan untuk memberikan jaminan keamanan yang tangguh. Karena smartphone atau tablet kini berubah menjadi brankas pribadi atau yang aman bagi pemiliknya. "Berbagai data penting, bahkan data perbankan ada di smartphone. Misalnya aplikasi mobile banking, foto, video, dokumen dan lainnya," katanya.

Misalnya, Advan diklaim memahami apa yang dibutuhkan konsumen terkait dengan keamanan perangkat seluler mereka. "Ada tiga lapis keamanan yang disediakan oleh Advan Aman di setiap lini produknya. Pre Usage, yaitu Sidik Jari membuat pengguna memiliki akses cepat, keamanan maksimum. Sidik jari memiliki daya respons 0,3 detik, lebih aman dan lebih cepat. Ada juga ID Wajah yang dapat digunakan untuk membuka smartphone dengan sistem pengenalan wajah, "kata Ilham.

"On Usage, yaitu Sistem Privasi atau stan rahasia untuk menyembunyikan data / foto / video / file / kontak / log panggilan. Stan rahasia ini dapat diakses melalui pelat dialer dengan kode yang hanya diketahui oleh pemilik handset," katanya. .

Untuk After Usage, jelasnya, teknologi Anti Pencurian yang dikembangkan secara mandiri oleh Advan mampu menjamin ponsel yang hilang itu dicuri oleh tangan-tangan jahil. "Kami memiliki fitur Pelacakan yang memiliki kemampuan untuk dapat melacak ketika ponsel cerdas hilang atau jatuh ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab," klaimnya.

Ada juga Manual Shoot, yaitu teknologi untuk mengambil foto orang yang mencuri smartphone. "Ponsel kami juga memiliki fitur Kunci Ponsel, di mana ponsel terkunci sehingga tidak dapat dibuka oleh siapa pun," katanya.

Ilham menambahkan, jika ponsel hilang dan pengguna khawatir bahwa data pada ponsel disalahgunakan, maka itu dapat menggunakan kemampuan Hancurkan Data atau menghapus data pada smartphone.

"Masih dalam inovasi Anti Thef, Advan membawa Pencari Alarm yang akan membunyikan perangkat untuk menemukan lokasi terselip atau membuat panik pencuri," tambahnya.