Rays Wheels

Memuat …

JAKARTA – Investree bekerja sama dengan PrivyID untuk mengimplementasikan tanda tangan digital pada aplikasi pendanaannya. Kerja sama ini diyakini dapat mengoptimalkan waktu proses pendaftaran, sekaligus mengurangi risiko penipuan identitas pribadi secara signifikan.

Penerapan tanda tangan digital PrivyID yang aman dan dapat ditegakkan secara hukum di platform teknologi keuangan Investree adalah upaya kedua perusahaan untuk memaksimalkan potensi teknologi dalam meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia. Karena Asosiasi Penyedia Layanan Internet Indonesia (APJII) melaporkan bahwa sebanyak 64,8% atau 171 juta orang Indonesia telah terhubung ke internet pada tahun 2018.

Tingginya tingkat adopsi teknologi sebenarnya dapat mendorong pertumbuhan inklusi keuangan, serta ekonomi digital Indonesia. Hanya pada kenyataannya, survei yang diterbitkan oleh perusahaan konsultan McKinsey and Company pada awal 2019 menyatakan bahwa jumlah orang Indonesia yang menggunakan jasa keuangan digital hanya 5% dari populasi.

Inklusi keuangan telah menjadi salah satu fokus pemerintah bagi rakyat Indonesia. Melalui Peraturan Presiden No. 82 tahun 2016 tentang Strategi Keuangan Inklusif Nasional (SNKI), pemerintah menargetkan inklusi keuangan untuk mencapai 75% dari populasi pada akhir 2019.

CEO PrivyID, Marshall Pribadi, mengatakan bahwa penggunaan teknologi yang memungkinkan orang untuk mengakses layanan keuangan kapan saja dan di mana saja adalah salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan inklusi keuangan. "Tanda tangan digital PrivyID memiliki beberapa keunggulan. Pertama, penandatanganan dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja tanpa harus bertemu muka. Kedua, proses dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari satu menit. Ketiga, PrivyID tanda tangan digital lebih aman karena mampu memverifikasi identitas penandatangan sambil memastikan keaslian isi dokumen elektronik, "kata Marshall di Jakarta, Rabu (19/9/2019).

Akses ke keuangan dan investasi yang didukung oleh teknologi dianggap berhasil dalam memfasilitasi dan memperluas akses publik ke layanan dan layanan keuangan. Kondisi ini tercermin dalam laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menyatakan, akses ke layanan dan layanan keuangan kini telah mencapai 68% dari populasi.

Dalam mendorong inklusi keuangan, OJK mensyaratkan penggunaan tanda tangan digital sesuai dengan ketentuan undang-undang dan peraturan di Indonesia melalui Pasal 41 Peraturan OJK Nomor 77 / POJK.01 / 2016 tentang Layanan Pinjaman dan Pinjaman Uang Berbasis Teknologi Informasi. Tanda tangan digital ini harus digunakan dalam meratifikasi perjanjian antara penyelenggara, pemberi pinjaman dan penerima pinjaman.

Investree sebagai satu-satunya perusahaan pemberi pinjaman fintech yang telah memperoleh Izin Usaha untuk Layanan Peminjaman dan Peminjaman Berbasis Teknologi Informasi dari OJK untuk 2 (dua) jenis usaha, yaitu penilaian konvensional dan syariah, peraturan yang ditetapkan oleh OJK sesuai dengan Investree & # Misi 39; untuk menyediakan fasilitas yang membawa peminjam (Peminjam) dan pemberi pinjaman (Pemberi Pinjaman) dengan mudah dan terjangkau.

Co-Founder & CEO Investree, Adrian Gunadi, menyambut baik kolaborasi ini. "Dalam memberikan layanan terbaik bagi pengguna Investree, kami tidak hanya memprioritaskan kolaborasi dengan mitra tepercaya tetapi juga memiliki visi dan misi yang sejalan dengan Investree." Salah satu alasannya adalah karena PrivyID saat ini merupakan satu-satunya Penyedia Sertifikat Elektronik Bersertifikat oleh Kementerian Perindustrian. Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia, "katanya.

Dia mengatakan, tujuan Investree dan PrivyID adalah sama, yaitu untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi pengguna Investree, dalam hal ini termasuk proses registrasi dan verifikasi. Karena itu, ia ingin meningkatkan pengalaman pengguna menjadi lebih baik.

"Kerja sama dengan PrivyID ini diharapkan dapat memiliki dampak positif pada keberlanjutan bisnis Investree, terutama dalam meningkatkan jumlah peminjam dan pemberi pinjaman dan mempercepat prosedur pencairan pinjaman," kata Andrian.

Sekarang, pengguna Investree dapat menandatangani perjanjian pinjaman dengan akun PrivyID mereka. Selain menjadi lebih optimal, proses memperkenalkan pelanggan yang dilakukan oleh Investree terhadap Peminjam dan Pemberi Pinjaman serta proses verifikasi identitas populasi yang dilakukan oleh PrivyID juga akan memastikan keamanan transaksi peminjaman dan peminjaman. "Karena PrivyID telah menerima Sertifikat Manajemen Keamanan Informasi (ISO 27001: 2013)," tambahnya.

Sebagai informasi, PrivyID saat ini terdaftar sebagai satu-satunya penyelenggara dari cluster Inovasi Keuangan Elektronik e-KYC (Electronic Know Your Customer) di OJK. Sejak didirikan pada tahun 2016, layanan tanda tangan digital PrivyID juga telah dipercaya oleh lebih dari 4,5 juta pengguna individu dan 205 perusahaan. Beberapa perusahaan keuangan yang telah bekerja dengan PrivyID termasuk Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Bank CIMB Niaga, BCA Finance, dan Adira Finance.

(mim)