Rays Wheels

memuat …

JAKARTA – Merayakan ulang tahunnya yang ke 51, Indosat Ooredoo bekerja sama dengan Ericcson menunjukkan kesiapan mereka untuk mengkomersilkan 5G. Caranya dengan menampilkan berbagai contoh penggunaan teknologi 5G.

Acara pameran ini juga menyoroti kesiapan keduanya terkait jaringan 5G dalam teknologi dan layanan komunikasi canggih. Terkait hal ini, mereka menyoroti dua demo utama dalam acara tersebut, yaitu test bed untuk 5G dan 3D-AR (Augmented Reality).

"Teknologi 5G memiliki potensi untuk mempercepat transformasi digital di berbagai industri di Indonesia, serta memberdayakan konsumen dengan aplikasi inovatif." Kesiapan 5G tertanam dalam visi kami dalam upaya untuk membangun jaringan video berkualitas kompetitif, "kata Arief Musta & # 39 ; dalam, Direktur & Chief Innovation Officer Indosat Ooredoo di sela-sela uji coba di Gedung Indosat Ooredoo di Jakarta, Kamis (22/11/2018).

Lebih lanjut dikatakan, Indosat Ooredoo bekerja sama dengan Ericsson untuk berkolaborasi dalam mendemonstrasikan demonstrasi kasus penggunaan 5G. "Terutama pengalaman 3D Augmented Reality pertama di Indonesia yang akan memungkinkan inovasi di berbagai industri, seperti pendidikan dan perawatan kesehatan," kata Arief.

Kecepatan tidur test 5G mencapai 10 Gbps per UE (User Equipment) dari total 20 Gbps, yang berarti jauh lebih cepat daripada LTE. Test bed 5G juga memiliki pelacakan sinar sebagai salah satu kemampuan superior 5G yang memungkinkan kapasitas dan kinerja yang lebih tinggi.

Selain itu, lanjut Arief, teknologi ini juga memungkinkan streaming video 4K ke UE melalui radio 5G. Sementara itu, 3D-AR menghadirkan pengalaman mendalam dan interaktivitas dengan objek virtual.

Demo 3D-AR akan membawa peserta untuk melihat dan berinteraksi dengan objek virtual yang terlihat hidup, seperti anatomi manusia fotorealistik dan gambar 360 derajat planet Bumi. Pengalaman mendalam ini dilakukan secara real-time ke khalayak yang lebih luas melalui 5G.

"Augmented Reality memiliki potensi yang cocok untuk kasus-kasus penggunaan di perusahaan dan penerapannya kepada konsumen. Contoh industri yang akan mendapat manfaat dari Augmented Reality termasuk industri jasa yang menyediakan bantuan jarak jauh, perawatan kesehatan, pendidikan dan ritel," jelasnya.

Selain menampilkan tempat tidur uji 5G dan 3D-AR, baik Indosat Ooredoo dan Ericsson juga menghadirkan demo lainnya, seperti pertimbangan penyebaran 5G dan drone yang terhubung yang dapat diuji dari jarak yang lebih jauh. Atau dengan jalur penerbangan yang telah ditentukan.

Untuk melakukan itu, diperlukan konektivitas nirkabel 5G frekuensi rendah yang dapat diandalkan. Dalam demo ini, drone nano terbang di atas model kota-3D. Ada juga LAA, yang merupakan solusi untuk hotspot berkapasitas tinggi (misalnya di bandara, stadion, pusat perbelanjaan), yang menggunakan spektrum tanpa izin untuk meningkatkan kecepatan / kapasitas tambahan untuk LTE dan kemungkinan koeksistensi dengan WiFi. "Yang terakhir dalam demo adalah NB-IoT yang akan digunakan untuk berbagai kasus penggunaan oleh Indosat Ooredoo," katanya.

Jerry Soper, Presiden Direktur Ericsson Indonesia, mengatakan, 5G mewakili evolusi teknologi seluler utama yang dapat membuka kemungkinan dan aplikasi baru. "Kami percaya 5G akan memainkan peran utama dalam transformasi digital di Indonesia. Ericsson bekerja sama dengan Indosat Ooredoo untuk meningkatkan jaringan dan teknologi bagi pelanggan. Kami berharap demonstrasi ini memberikan gambaran yang jelas tentang manfaat 5G untuk kehidupan kita," katanya.

Serangkaian acara diadakan selama tiga hari, menampilkan serangkaian uji coba teknologi 5G, diskusi panel, berbagi teknologi, dan demo. Serangkaian acara juga akan menghadirkan pengalaman teknologi baru bagi para peserta, dan menunjukkan keunggulan teknologi 5G bagi pelanggan dan masyarakat.

(mim)