Rays Wheels

KabarOto.com – Bajaj adalah kendaraan umum roda tiga yang pada 1990-an menjadi transportasi favorit masyarakat Jakarta dengan warna oranye. Kendaraan dapat menampung dua orang dewasa dan satu anak. Pengemudi ada di depan, dan para penumpang di belakang.

Bajaj menggunakan 2 mesin yang tidak didorong oleh bensin. Ketika di jalan raya, knalpot yang dikeluarkan selalu berasap putih, sehingga pada tahun 2000-an hingga sekarang karena alasan lingkungan, Bajaj menggunakan mesin berbahan bakar gas dan cat berwarna biru, menunjukkan bahwa kendaraan ini ramah lingkungan.

Baca Juga: Pecinta Sukter Hadiri Festival Skuter Indonesia 2019 Yogyakarta

Bajaj yang berubah menjadi warung mbo Been.

Kemudian Perlahan Bajaj yang menggunakan 2 mesin sebelumnya juga semakin dihuni, dan siapa yang tahu di mana. Mungkin ini hal yang tidak berguna lagi. Beberapa kolektor dan orang-orang yang membuka bisnis makanan menggunakan Bajaj sebagai alat untuk mendukung bisnis mereka.

Bajaj yang berwarna oranye dan memiliki kesan kusam dan keren diubah menjadi kendaraan yang menarik. Ketiga bajaj dipamerkan di acara 2019 Indonesian Scooter Festival (ISF) di Jogca Expo Center, Yogyakarta pada 21-22 September.

Bajaj mengubah fungsinya menjadi toko martabak.

Bajaj pertama berubah menjadi kendaraan untuk menjual Martabak bernama Gangsar. Bagian belakang telah dimodifikasi untuk membuat martabak. Ada wajan besar untuk menggoreng martabak telur, peralatan seperti kompor dan peralatan memasak disimpan di etalase toko. Ada payung merah untuk melindungi dari hujan dan panas.

Becak otomatis kedua ini mengubah fungsi warung makanan Mbo Been. Menggabungkan warna krem ​​dan merah, bagian belakang menjadi tempat untuk menyimpan lauk Jawa dan nasi, di ujung pinggul sebuah meja dapat dilipat untuk pelanggan & # 39; ruang makan. Kursi kayu tersedia untuk tempat duduk pelanggan saat makan. Atapnya menggunakan terpal yang bisa dilipat jika tidak digunakan.

Bajaj jeruk masih dipertahankan untuk mendukung bisnis.

Baca Juga: 2019 Scooter Festival Indonesia Siap Meramaikan Yogyakarta

Bajaj terakhir masih menggunakan cat berwarna oranye. Sang pemilik sepertinya masih ingin mempertahankan keaslian kendaraan angkutan penumpang ini. Digunakan untuk menjual makanan gudeg hangat tradisional, bagian belakang telah dimodifikasi untuk menempatkan gudeg hangat yang terbuat dari tanah liat. Untuk atapnya menggunakan kayu gebyok ringan.

Menarik bukan?