Rays Wheels

loading…

NOKIA 4.2 sedikit berbeda dengan Nokia 3.1 Plus yang sudah dirilis terlebih dulu di Indonesia. Harganya cuma terpaut beberapa ratus ribu, tetapi secara spesifikasi perbedaannya lumayan banyak. Layar dan baterai Nokia 3.1 lebih besar dengan 6 inci dan 3.500 mAh. Tetapi, prosesornya masih memakai MediaTek Helio P22, bukan Snapdragon besutan Qualcomm. Dalam beberapa hal, Nokia 4.2 memang lebih baik meski irisan penggunanya nyaris tidak berbeda.

Beberapa produk terakhir Nokia memang masih fokus pada kelas middle-low. Dibanding kompetitor asal Tiongkok, jujur saja spesifikasi Nokia kurang bersaing. Modal mereka tetap sama, yakni mengandalkan sistem operasi Android tanpa modifikasi (sehingga bisa mendapatkan update lebih cepat dari Google), mengoptimalkan fitur Google seperti tombol khusus Google Asisstant, layanan asisten virtual Google, juga fitur Google Photos yang sebenarnya bisa diakses di ponsel Android mana pun.

Mungkin saja Nokia 4.2 akan relevan pada mereka yang tetap setia dengan merek ini sejak lama. Dengan harga Rp2,1 jutaan, apa saja yang didapat konsumen? Dari desain, Nokia punya karakter khas. Favorit saya adalah tombol volume dan power-nya yang empuk. Soal tampilan memang selera, tapi saya suka dengan desain mereka. Bezel-nya cukup tipis walau dagunya tetap lebar, terlihat sederhana. Bodi belakang terbuat dari material kaca dengan lekukan 2.5D dipadu polikarbonat (plastik keras). Karena kaca, sidik jari mudah sekali menempel.

Solusinya, gunakan casing plastik atau lainnya. Ada dua fitur keamanan yang dibenamkan, yaitu sidik jari di bagian belakang yang responsif dan pengenalan wajah (face recognition ) yang sekarang menjadi fitur sandar di ponsel kelas medium-low end. Kemudian, ada dua kartu sim dan kartu MicroSD hingga 400 GB di selotnya. Layar Nokia 4.2 cukup kekinian. Memiliki notch (poni) berbentuk huruf U. Makanya disebut Inifinity-U. Ukuran layarnya 5,71” HD+ dengan rasio lebar 19:9. Resolusi layar 1.520 x 720 piksel untuk menonton YouTube memang kurang untuk mereka yang konsumsi kontennya tinggi.

Tetapi, ya mungkin tidak masalah bagi sebagian lainnya. Beratnya tidak bisa dibilang ringan, tetapi tetap nyaman dioperasikan dengan satu tangan. Bagi saya yang terbiasa dengan ponsel di atas 6 inci, Nokia 4.2 terasa kompak. Android One adalah sistem operasi Android dari Google untuk beberapa brand smartphone yang mendapat jaminan update sofware selama dua tahun ke depan.

Karena tidak ada modifikasi apa pun, begitu ada update OS terbaru, Nokia 4.2 akan menjadi salah satu ponsel pertama yang mendapatkannya. Prosesor Qualcom Snapdragon seri 400 di Nokia 4.2 memang menyasar ponsel low end. Tetapi setelah memakainya, ponsel ini cukup gegas. Snapdragon 439 Octa-core 2.0 GHz terasa tangkas lewat fabrikasi 12 Nm. Untuk bergantiganti jejaring sosial seperti Facebook, Instagram, dan Twitter tidak ada masalah berarti.

Kalau mau nge-game , PUBG Lite jelas berjalan lebih cepat dibanding PUBG biasa. Kapasitas baterai 3.000 mAh masih memakai selot microUSB sehingga belum mendukung fast charging . Butuh waktu empat jam untuk mengisi daya baterai hingga terisi penuh. Tetapi, fitur lain yang saya suka adalah NFC yang bisa digunakan untuk melihat saldo kartu e-Toll, melakukan pembayaran cashless , atau terhubung dengan perangkat lain.

Terkait kamera, kualitasnya bisa dibilang cukup standar, sudah dibekali fitur live focus le wat kamera ganda 13 MP dan 2 MP serta kamera depan 8 MP dengan sudut pandang 74°. Dampaknya, pengguna memang bisa mendapat foto bokeh. Hanya, agar mendapat hasil memuaskan pada siang hari pun cukup menantang, terutama ketika objeknya benda bergerak atau ukurannya terlalu kecil, kamera cukup kesulitan mendapatkan fokus (hasil bokeh).

Ketika membeli ponsel ini, pastikan mengoptimalkan fungsi tombol panggil Google Assistant di sebelah kiri. Tinggal tekan dan masukkan perintah yang diinginkan, misalnya navigasi atau query (pencarian) tertentu. Kesimpulannya, dengan harga Rp2,1 juta, Nokia 4.2 punya keunggulannya sendiri. Dari sisi desain, sistem operasi, tombol untuk Google Assistant, juga fitur seperti NFC dan pemindai sidik jari. Ya , bisa dibilang Nokia 4.2 menawan dengan kesederhanaannya.

(don)