Rays Wheels

memuat …

JAKARTA – Revolusi industri 4.0 tidak dapat dibendung, bisnis di semua bidang harus siap menghadapi perubahan global di dunia yang menggabungkan manufaktur tradisional dan praktik industri dengan dunia teknologi. Tantangannya bukan hanya bagaimana cara menikahi produksi dan operasi fisik dengan teknologi digital cerdas, mesin pembelajaran, dan data besar untuk menciptakan ekosistem yang lebih holistik, tetapi juga bagaimana membangun sistem keamanan terpadu terhadap ancaman eksternal dan internal.

Di dunia cyber, pelaku industri 4.0 juga mengalami ancaman cyber yang sama dengan organisasi lain, di mana bisnis dari semua ukuran adalah target kejahatan dunia maya yang terus meningkat dari tahun ke tahun. The Ponemon Institute dalam studinya pada 2018 mengatakan bahwa rata-rata kerugian akibat pelanggaran data global tahun ini mencapai 3,86 juta dolar, meningkat 6,4 persen dari 2017.

PT Prosperita – Konsultan Teknis ESET Indonesia, Yudhi Kukuh, menanggapi tantangan dunia maya di industri 4.0 yang mengatakan "Dunia Keamanan TI terus berevolusi, ESET memiliki AUGUR, yang merupakan teknologi pembelajaran mesin yang dikembangkan berdasarkan pengalaman panjang ESET. berurusan dengan ancaman cyber sehingga menyediakan berbagai solusi keamanan ".

Bahkan menurut Indeks Tingkat Pelanggaran, basis data global pelanggaran data publik mengungkapkan 945 pelanggaran data menyebabkan 4,5 miliar catatan data dikompromikan di seluruh dunia pada paruh pertama tahun 2018. Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2017, jumlah data hilang, dicuri atau dikompromikan meningkat 133 persen.

Dari uraian di atas, ESET menilai bahwa ada beberapa tantangan utama yang dapat menjadi batu sandungan bagi dunia industri di tahun mendatang, yaitu ancaman terbaru yang dapat menyebabkan kerusakan dan kerugian besar bagi banyak perusahaan, yang dijelaskan di bawah ini:

Tantangan Industri 4.0

Berikut ini adalah tantangan utama yang akan dihadapi oleh perusahaan selama transisi industri yang mendorong efektivitas dan efisiensi perusahaan tetapi di sisi lain juga membuka ruang bagi kejahatan cyber untuk berkembang dan menjadi ancaman terbaru.

? Serangan Bertarget

Bukan rahasia bahwa manufaktur adalah industri yang merupakan sasaran serangan yang ditargetkan dalam serangan cyber. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Enterprise Environmental Factor (EEF), 48 persen produsen di beberapa titik telah mengalami insiden keamanan, dan setengah dari organisasi ini menderita kerugian keuangan atau gangguan terhadap bisnis mereka. Menurut survei, industri manufaktur adalah yang paling ditargetkan untuk serangan cyber, tepat di belakang sektor publik dan bisnis keuangan.

Industrial Control System (ICS) atau Pengawasan Kontrol dan Akuisisi Data (SCADA) adalah perangkat lunak yang paling sering digunakan di bidang manufaktur, infrastruktur dan berbagai bidang lainnya adalah titik terlemah dalam sistem keamanan perusahaan. Salah satu contoh adalah serangan terhadap malware BlackEnergy (2015) dan Industroyer (2016) yang mematikan listrik di Ukraina atau serangan Stuxnet di Iran. Sedangkan yang terbaru adalah GreyEnergy (2018), yang dirancang untuk tujuan yang lebih luas. Perlu dicatat bahwa ICS / SCADA digunakan tidak hanya di bidang manufaktur, tetapi juga di pembangkit listrik, perusahaan transmisi, pengolahan minyak dan gas, pabrik, bandara hingga layanan pengiriman.

? Ransomware

Jangan pernah meremehkan ransomware, ancaman ini masih yang paling menakutkan di dunia maya, menurut laporan Verizon 2018 bahwa 56% insiden malware melibatkan ransomware yang menjadikannya sebagai bentuk malware yang paling umum. Yang lebih memprihatinkan adalah bahwa peretas mengalihkan perhatian mereka ke sistem penting seperti server daripada perangkat karyawan. Dalam praktiknya, ransomware oleh pengembangnya berkolaborasi dengan botnet dan bahkan CryptoJacking untuk mendapatkan banyak manfaat. Menghadapi ransomware bukanlah perkara mudah, karena perusahaan yang memiliki alat perlindungan dari ransomware bukanlah sesuatu yang dapat ditawar karena ransowmare tidak pernah pilih-pilih ketika menyerang korbannya.

? Orang dalam

Menurut ESET ada kesenjangan antara pengetahuan karyawan dan pengembangan cybersecurity. Masalah akar dari 52% kerentanan berasal dari kesalahan karyawan yang dilakukan secara tidak sengaja, seperti salah menyalin file, pengiriman file yang salah, membiarkan komputer terbuka ketika tidak digunakan, dll. Sementara itu, Ponemon Institute dalam studinya tahun ini mengatakan bahwa 1 dari 4 kebocoran data disebabkan oleh orang dalam yang sengaja dilakukan dengan motivasi keuangan, spionase dan persaingan bisnis.

Tantangan global industri 4.0 tidak bermain game, menghadapi perubahan radikal dunia. Perusahaan keamanan ESET tidak tinggal diam, dengan menyiapkan solusi keamanan yang memiliki teknologi terbaru yang mencakup semua kebutuhan keamanan yang dibutuhkan oleh organisasi, perusahaan, dan lembaga, terutama dari ancaman serangan yang ditargetkan yang merupakan metode serangan favorit untuk kelompok peretas yang menargetkan industri dan infrastruktur. Membantu perusahaan mengatasi berbagai tantangan di dunia digital, ESET menyajikan ESET Endpoint v7 yang dirancang untuk menghadapi tantangan keamanan cyber, salah satunya adalah serangan yang ditargetkan. ESET Targeted Attack Protection terdiri dari berbagai solusi keamanan yang dirancang untuk mengatasi tantangan keamanan cyber.

(wbs)