Rays Wheels

Memuat …

JAKARTA – Asosiasi menyambut ratifikasi Peraturan Menteri mengenai pemblokiran ponsel ilegal (pasar gelap / BM) melalui nomor IMEI.

Disampaikan oleh Ketua Asosiasi Pengusaha Seluler Indonesia Kang-Hyun Lee, aturan ini sangat membantu industri telekomunikasi di Indonesia dan dapat menjadi jaminan bahwa produk pasar gelap akan berkurang.

"Dalam hal pengusaha, telekomunikasi dan pemasok Indonesia seperti Samsung dan lainnya, benar-benar bersedia untuk mengikuti dan mematuhi peraturan ini sehingga mereka dapat bersaing secara sehat dan dapat berkembang lebih cepat dan lebih maju untuk industri telekomunikasi di Indonesia," kata Lee ketika ditemui. pada saat penandatanganan peraturan. IMEI di kantor Kementerian Perindustrian, Jumat (18/10/2019).

Satu hal yang masih menjadi pekerjaan rumah adalah perlunya komunikasi dengan masyarakat. "Itu juga sangat penting. Apa yang mengganggu dan mengganggu publik, juga dapat membantu melindungi masyarakat dari menggunakan pasar gelap atau barang tidak aman," tambahnya.

Lee, yang juga menjabat sebagai Wakil Presiden Samsung Electronics Indonesia, mengakui bahwa ia telah menyarankan pemerintah Indonesia untuk membuat peraturan tentang IMEI sejak 2000 lalu.

"Saya sendiri telah mengatakan berkali-kali sejak tahun 2000-an bahwa pemerintah dapat melaksanakan kebijakan ini karena ini tidak hanya dimulai oleh pemerintah Indonesia dan negara-negara lain telah menerapkannya dan hasilnya baik," katanya.

Pada kesempatan yang sama Hasan Aula selaku Ketua Asosiasi Seluler Seluruh Indonesia (APSI) mengatakan bahwa regulasi ini menjadi momentum yang ditunggu oleh APSI. Karena manfaatnya dirasakan oleh semua orang, termasuk produsen, toko ritel dan semua di industri telekomunikasi.

"Karena selama ini mereka menjual ponsel, mereka terganggu oleh pasar gelap yang menjual dengan murah, karena mereka tidak mengikuti proses investasi, dengan ponsel masuk dengan pembayaran pajak yang sama, tentu akan lebih sehat," kata Hasan.

(wbs)