Rays Wheels

loading…

SHANGHAI – Aplikasi ZAO yang membuat pengguna bisa menukar wajah dengan para selebritas, bintang olahraga, atau siapa saja dalam klip video yang telah diunduh jutaan pengguna pada akhir pekan.

Aplikasi asal China itu sangat populer dalam waktu cepat, namun memicu kecurigaan dari beberapa pengguna tentang masalah privasi mereka. Para pengguna mempertanyakan bagaimana teknologi kecerdasan buatan (AI) di gunakan dalam verifikasi identitas.

ZAO diunggah di iOS App Store China pada Jumat (30/8) dan segera viral. Menurut penjelasan dari para pembuat apli – kasi di Weibo, server ZAO hampir crash akibat lonjakan trafik pengguna. ”ZAO menjadi aplikasi gratis yang paling banyak diunduh di iOS App Store China hingga 1 September,” ungkap per nyataan perusahaan pelacak unduhan aplikasi di penjuru dunia, App Annie, dilansir Reuters.

Para konsumen sign-up untuk ZAO dengan nomor telepon mereka dan mengunggah gambar wajah mereka menggunakan foto yang diambil dengan ponsel mereka. Pengguna kemudian bisa memilih sejumlah video selebritas untuk ditimpa wajah mereka dan membagikan video itu kepada teman-teman pengguna aplikasi.

Selain selebritas asal China, ada juga wajah-wajah terkenal di aplikasi itu termasuk Leonardo DiCaprio dan Marilyn Monroe. Gu Shi, 21, pelajar di Shanghai mengunggah ZAO setelah melihat video klip temannya di feed WeChat. ”Saya tidak pernah mencoba menggunakan makeup dan gaya rambut ala Jepang akrena ini terlalu rumit untuk melakukannya sendiri,” ujar dia.

”Aplikasi ini memberi saya peluang mencoba gaya yang benar-benar berbeda dari kehidupan normal saya,” ungkap Gu Shi. Saat aplikasi itu viral, beberapa pengguna mengkhawatirkan kebijakan privasi ZAO bisa membahayakan mereka.

Salah satu bagian kesepakatan pengguna menyatakan konsumen yang mengunggah gambar mereka ke ZAO sepakat menyerahkan hak kekayaan intelektual pada wajah mereka dan mengizinkan ZAO menggunakan gambar mereka untuk tujuan marketing.

ZAO menyatakan di Weibo bahwa mereka akan mengatasi kekhawatiran itu. ”Kami memahami kekhawatiran orang terhadap masalah privasi. Kami telah menerima berbagai pertanyaan yang Anda kirim pada kami. Kami akan memperbaiki berbagai wilayah yang belum kami pertimbangkan dan memerlukan waktu,” kata pernyataan ZAO.

Aplikasi itu diluncurkan oleh Momo Inc yang terkenal sebagai pembuat aplikasi kencan kemudian berubah menjadi layanan live streaming. Perusahaan itu terdaftar di Bursa Saham New York pada 2014. Momo belum mem berikan komentar atas permintaan Reuters terkait aplikasi ZAO.

Isu privasi banyak dialami oleh berbagai perusahaan teknologi dan aplikasi. Kasus terbaru terkait Google yang harus membayar denda USD200 juta pada Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat untuk menyelesaikan kasus pelanggaran hukum privasi anak oleh YouTube.

Menurut laporan Politico, denda itu diperkirakan sebesar antara USD150 juta dan USD200 juta. Kesepakatan pembayaran itu akan diumumkan pekan depan dan akan menjadi denda terbesar terkait pelanggaran Aturan Proteksi Privasi Online Anak dengan mengumpulkan informasi pribadi dari anak tanpa seizin orang tuanya. Google belum mengomentari laporan tersebut. (Syarifudin)

(nfl)