Rays Wheels

Memuat …

JAKARTA – Kasus kebocoran data seharusnya dilakukan analisis forensik. Karena, tidak mudah untuk menemukan penyebab dari kasus tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Pebanda dan Ketua ID-SIRTII Richardus Eko Indrajit ketika ditanya tentang masalah kebocoran data pelanggan yang saat ini memengaruhi Lion Air Group.

"Setiap kali ada kebocoran data, kita harus melakukan apa yang disebut analisis forensik, mengapa itu, kecerobohan di mana, di dalam atau di luar, atau ada gangguan," kata Eko ketika ditemui di kantor XL Axiata, Jakarta, Jumat (9/20) / 2019).

"Mungkin kita bisa mencari tahu dengan sesederhana itu," tambahnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, ada yang disebut rekayasa sosial, di mana para aktor & # 39; menggunakan pendekatan kemanusiaan untuk mendapatkan data penting.

Jadi menurut Eko, tidak mungkin bagi seorang hacker untuk langsung menyerang, tanpa terlebih dahulu menyelidiki latar belakang calon korban.

"Saya dulu dipercaya untuk jatuh cinta dan kemudian dia mencari kebiasaan seperti apa yang dia lakukan, kuncinya adalah di mana dia meletakkannya, dia belajar dulu," katanya.

(wbs)