Rays Wheels

Memuat …

KUALA LUMPUR – Di tengah tekanan dan kampanye negatif oleh Pemerintah AS tentang teknologi jaringan 5G Huawei, raksasa manufaktur Cina menerima kontrak besar dari operator Malaysia.

Kemarin, Huawei dan operator Malaysia, Maxis, secara resmi menandatangani kontrak kerja sama 5G. Kerja sama ini agak istimewa karena disaksikan oleh Perdana Menteri Malaysia, Dr. Mahathir Mohamad. Ini merupakan perkembangan penting bagi industri telekomunikasi di Malaysia.

CEO Maxis, Gokhan Ogut, dan CEO Huawei Malaysia, Yuan Ming, masing-masing menandatangani kontrak atas nama Maxis dan Huawei. Menurut Maxis, pihaknya berkomitmen untuk bekerja dengan perusahaan telekomunikasi Cina untuk meluncurkan 5G di Malaysia.

Sebagai bagian dari perjanjian, kata situs web Chinese Giz, perusahaan China akan menyediakan perangkat dan layanan nirkabel 4G dan 5G untuk membantu Maxis sepenuhnya membangun 5G. Huawei juga akan membentuk tim ahli yang kuat untuk menyediakan serangkaian program pelatihan teknis dan dukungan untuk perencanaan, operasi, dan pemeliharaan jaringan 5G.

Selain itu, Maxis akan memberikan dukungan komprehensif dalam pengalaman global, wawasan industri, standar, produk, dan solusi. Ini akan membuat 5G lebih mudah digunakan dan dioperasikan di Malaysia.

Huawei mengatakan, kolaborasi ini merupakan tonggak penting dalam pengembangan Maxis 5G. Selain itu, ini akan membawa banyak manfaat bagi masyarakat dan perusahaan di Malaysia.

"Teknologi memainkan peran penting dalam kemajuan Malaysia. Kita tidak boleh ketinggalan (teknologi). Saya sangat senang melihat kerja sama strategis antara Maxis dan Huawei," kata Mahathir Mohamad.

(meme)