Rays Wheels

memuat …

BANTEN – Tidak hanya stasiun ruang angkasa Inggris dan Eropa, European Space Agency (ESA) dan International Space Station (ISS), yang mengawasi aktivitas Anak Krakatau di Selat Sunda. Paling tidak Indonesia mencatat 4 stasiun pengamatan pasang surut yang disiagakan.

Gunung Krakatau yang pernah mengguncang dunia pada tahun 1883 menjadi pusat perhatian dunia. Setidaknya setelah tsunami pada Sabtu malam (22/12/2018), stasiun ruang angkasa dunia juga mengawasi letusan dan gelombang laut yang tinggi di daerah Krakatau. Meskipun Indonesia sendiri sepenuhnya waspada untuk mengamati kegiatan anak-anak krakatau

Stasiun pasang surut Badan Informasi Geospasial (BIG) yang juga mengamati kegiatan Anak Krakatau adalah:

(1) Di Stasiun Marina Jambu (Desa Bulakan, Distrik Cinangka, Kabupaten Serang, Banten)
(2) Di Stasiun Banten (Pelabuhan Ciwandan, Kota Cilegon, Banten)

(3) Di Stasiun Kota Agung (Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Lampung)

(4) Di Stasiun Panjang (Pelabuhan Panjang, Kota Bandar Lampung, Lampung). Baca: Stasiun Luar Angkasa Inggris dan Eropa Mengawasi Kegiatan Anak Krakatau

Gelombang laut sendiri sebenarnya telah dipantau oleh NASA sejak awal Desember, fenomena bulan purnama terakhir tahun ini akan bertepatan dengan hujan meteor malam yang akan terjadi hingga 25 Desember 2018. Ini akan terjadi di seluruh dunia dan penuh efek bulan akan menghasilkan air pasang dan hujan meteor Ursids.

Baca: Pasir dari 500 M Ditemukan, Pakar: Mega Tsunami Akan Terjadi

Waktu yang tepat ketika bulan menghadap matahari di Inggris adalah 5,48 di sore hari tetapi saksi akan dapat melihat bulan purnama pada suatu titik semalam.

Hujan meteor Ursids, yang dapat memberikan beberapa bulan fotografi khusus, terlihat setiap tahun antara 17 dan 25 Desember.

Baca: Tidak Hanya Anak Krakatau, Gunung Bawah Laut Lainnya Mengirim Besar

"[Bulan] akan terlihat sepanjang malam, bagi siapa saja yang memiliki langit cerah, "kata Tom Kerss, seorang astronom di Greenwich Royal Observatory.
Baca: Tsunami Langka Banten, Kombinasi Bawah Tanah Longsor dan Bulan Purnama

(wbs)